Sulap merupakan suatu seni pertunjukan yang diminati sebagian besar masyarakat di dunia, karena pada penyajiannya sulap dapat membuat heran penontonnya akan rahasia di balik penyajiannya. Sulap merupakan suatu gabungan dari berbagai seni yang ada, misalnya seni tari, seni musik, seni rupa, dll dan merupakan penerapan dari gabungan berbagai disiplin ilmu yang ada. Misalnya ilmu fisika, ilmu biologi, ilmu kimia, ilmu psikologi, dan lain-lain. Seni Sulap bukanlah suatu keterampilan yang berbau klenik atau supranatural, karena setiap trik sulap dapat dijelaskan. Sulap semata-mata hanyalah permainan "kelihaian" tangan, manipulasi, hasil kerja dari suatu perlengkapan/ peralatan ataupun efek yang timbul dari suatu reaksi kimia dan yang telah dilatih sebaik mungkin oleh seorang pesulap sebelum dipertunjukkan kepada orang lain. Oleh sebab itu sulap dapat dipelajari oleh semua orang, asalkan orang tersebut mau berlatih pula dengan baik.
Namun Tidak Sedikit para mgician mengalami kecelakaan dan berujung kematian saat melakukan Atraksinya
Berikut 8 Kematian Tragis Megician Saat Pertunjukan Sulap
1. Sigmund Neuberger
The Great Lafayette (Sigmund Neuberger) adalah pesulap yang berasal dari Jerman yang populer pada awal abad 20. Dia juga termasuk pesulap yang bayaran paling tinggi pada saat itu. Lafayette meninggal akibat kebakaran pada saat melakukan atraksi di Empire Palace Theatre di Edinburgh pada Tahun 1911. Kebakaran tersebut diakibatkan karena adanya kesalahan teknis pada lampu bawah panggung. Satu set peralatan sulapnya habis terbakar api. Penonton mengira kebakaran tersebut adalah sebagian dari aksi ekstrimnya. Namun, api yang terus membesar membuat panik penonton.
Saat kebakaran terjadi Lafayette sempat melarikan diri, namun dia kembali karena ingin menyelamatkan kudanya. Namun naas, justru dia ikut terbakar. Selain Lafayette terdapat 10 pesulap lain yang tewas saat itu.
2. William Elsworth Robinson
William Robinson Elsworth, atau dikenal sebagai Chung Ling Soo, adalah seorang pesulap berdarah Amerika yang mendedikasikan hidupnya untuk sulap dengan seumur hidupnya mengelabui penonton dengan menyamar menjadi pesulap berdarah China. Dia tidak pernah berbicara bahasa Inggris di atas panggung, dan ketika diwawancarai dengan wartawan Amerika , ia selalu berpura-pura tidak bisa bahasa Inggris dan selalu menggunakan penerjemah, padahal dia asli Amerika. Pada saat kematiannya, ia menjadi pesulap dengan kematian paling terkenal di dunia.
Tragedi naas tersebut terjadi di Wood Green Empire di London pada tanggal 23 Maret 1918. Chung Ling Soo sedang melakukan pertunjukan menangkap peluru versinya sendiri. Sayangnya, ia tidak teliti karena ternyata sisa mesiu dalam pistol tersebut belum dibersihkan. Hal ini menyebabkan penumpukan mesiu di dalamnya, sumbatan mesiu yang cukup untuk meluncurkan peluru ke dada Chung Ling Soo. Saat kejadian itu menimpanya,
dengan dada berlumuran darah ia berkata "Turunkan tirai (panggung) itu. Sesuatu telah terjadi". Dia meninggal satu hari berikutnya di rumah sakit.
Nama pesulap ini semakin terkenal saat dia muncul sebagai karakter dalam film The Prestige.
3. Joseph W. Burrus
The Amazing Joe, begitulah julukan bagi pesulap berusia 32 tahun tersebut. Joe menampilkan pertunjukan sulap "Burried Alive" (dikubur hidup-hidup) yang pernah dipopulerkan oleh idolanya, Harry Houdini. Dia dimasukkan ke dalam sebuah peti kaca transparan berbentuk peti mati buatan sendiri. Saat peti tersebut diturunkan, krunya mulai mengisi lubang dengan tanah di sekitar peti mati tersebut. Kemudian, mereka mulai mengisi lubang dengan beton basah. Tiba-tiba, beberapa asisten sulap menyadari beton telah menghancurkan kotak, dan ketika mereka menarik Joe keluar, ia sudah meninggal.
4. Jeff Rayburn Hooper
Pada tanggal 7 Juli 1984, pesulap berusia 23 tahun Jeff Rayburn Hooper sedang berlatih untuk sebuah aksi memborgol dirinya dan melompat ke Winona Lake, di luar Fort Wayne, Indiana. Ia berenang sekitar 100 meter dari pantai. Hooper mampu membebaskan diri dari belenggu. Namun tiba-tiba ia muncul dan berteriak kepada asistennya untuk membantu, tetapi karena angin kencang ia tidak dapat berenang ke arah pantai. Angin juga merupakan masalah besar, karena tim penyelamat tidak dapat segera menolong Hooper.
5. Royden Joseph Gilbert Raison De La Genesta
Royden Joseph Gilbert Raison de la Genesta, atau biasa dipanggil Genesta, adalah seorang pesulap Amerika yang trerkenal dengan trik meloloskan diri dari tong berisi air. Inti dari pertunjukan ini adalah sang pesulap masuk ke dalam kaleng susu atau tong air berisi air, dan melarikan diri sebelum ia tenggelam. Sayangnya, pada tahun 1930, kaleng susu yang digunakan Genesta penyok, yang membatasi ruang dan menyebabkan dia tidak dapat bergerak untuk melarikan diri. Ia tidak mampu membebaskan dirinya dan ia tenggelam.
6. Janaka Basnayake
Manusia membutuhkan air, makanan, dan yang paling penting adalah udara untuk hidup. Janaka Basnayake yang berusia 24 tahun dari Sri Lanka. Basnayake berusaha untuk mengalahkan rekor dunia mengubur diri hidup-hidup. Basnayake bukanlah seorang profesional. Pada tanggal 5 Maret 2012, ia meminta keluarganya untuk menguburnya dalam lubang kedalaman tiga meter (10 kaki), dan kemudian menutupinya dengan tanah dan kayu. Dia dikuburkan selama tujuh setengah jam sebelum digali. Mereka menemukan dia dalam keadaan tidak bernapas dan membawanya ke rumah sakit. The Guinness Book Of World Records bahkan tidak mengakui catatan ini karena terlalu berbahaya dan mereka tidak ingin orang lain mencobanya.
7. Dr. Vivian Hensley
Vivian Hensley adalah seorang dokter gigi berusia 43 tahun asal Brisbane, Australia. Sebagai dokter gigi ia mungkin seharusnya tahu bahaya memasukkan benda selain makanan ke dalam mulutnya, namun demikian yang terjadi malah sebaliknya. Dr. Hensley sedang melakukan pertunjukan sendiri yang disebut "menelan silet berkarat" untuk ditampilkan di depan anak muda. Dia melakukan dengan berpura-pura memasukkan silet ke dalam mulutnya. Pada tanggal 6 Juli 1938, saat melakukan trik ini dia terpeleset dan tanpa sengaja menjatuhkan pisau cukur ke tenggorokannya. Istrinya terpaksa membuatnya makan kapas saat ia mengantarnya ke rumah sakit. Para dokter tidak dapat menemukan pisau cukur tersebut, dan ia meninggal empat hari kemudian.
8. Madame DeLinsky
The Bullet Catching adalah pertunjukan dimana seorang pesulap ditembak oleh senjata api, dan memberikan efek bahwa sang pesulap dapat menangkap peluru yang ditembakkan. Pertunjukan ini adalah salah satu yang paling berbahaya dalam dunia sulap. Sudah ada setidaknya 16 kematian diakibatkan pertunjukan ini.
Satu kasus yang menjadi perhatian dunia adalah yang menimpa seorang pesulap asal Polandia, Madame DeLinsky, yang tampil di Arnstadt Jerman untuk Pangeran Shwarznberg-Sonderhausen pada bulan November 1820. Versi The Bullet Catching yang dibawakan Madame DeLinsky adalah menghadapi regu tembak berjumlah enam orang dan menghentikan semua enam peluru yang ditembakkan regu tersebut. DeLinksy diam-diam meminta para penembak untuk memasukkan beban kosong ke senapan mereka. Namun seorang penembak merasa gugup dan malah memasukkan peluru asli. Madame DeLinsky yang saat itu sedang hamil tertembak di bagian perut dan meninggal dua hari kemudian.
Demikian 8 Kematian Tragis Megician Saat Pertunjukan Sulap





Tidak ada komentar:
Posting Komentar